Boyolali, 16 Juli 2025 — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta yang tergabung dalam program “Tarunata Manggis” menggelar serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Program yang berlangsung selama 40 hari, sejak 14 Juli hingga 25 Agustus 2025 ini, mengusung tema “Ekosistem Digital: Peningkatan SDM dan Literasi Digital bagi Aparatur Pemerintah Desa dan Masyarakat.”
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui literasi digital, khususnya dalam mendukung pengelolaan administrasi desa, promosi UMKM, hingga pemanfaatan media sosial secara positif.
Ketua kelompok KKN, Adidara Rizki Ramadhan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa STMM dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa. “Kami ingin memastikan bahwa potensi lokal seperti industri rumahan dan pertanian bisa dikembangkan melalui pendekatan digital yang tepat sasaran,” ujarnya.
Beberapa program unggulan yang dilaksanakan antara lain:
- Pelatihan literasi digital bagi aparatur desa, seperti pelatihan Canva dan content planning.
- Pendampingan UMKM dalam pemasaran digital, melalui pelatihan pemanfaatan marketplace dan media sosial seperti Instagram dan TikTok.
- Optimalisasi media sosial di kalangan pelajar dan pemuda desa, lewat sosialisasi di tingkat SD, SMP, SMA, serta Karang Taruna.
- Pembuatan website dan company profile Desa Manggis, sebagai media promosi dan branding digital.
- Pendirian Pojok Digital, sebagai ruang belajar teknologi untuk masyarakat umum.
Tak hanya itu, KKN Tarunata Manggis juga menggelar kegiatan sosial seperti tenant hiburan di Car Free Day, dan lomba kemerdekaan bertema digital dalam rangka HUT RI ke-80. Kegiatan ini dirancang untuk membangun kedekatan dengan warga dan menyebarkan semangat digitalisasi secara inklusif.
Kepala Desa Manggis, Galih Hadi Saputra, menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap program ini mampu menjadi awal dari digitalisasi berkelanjutan di desa. “Kami merasa terbantu. Harapannya, masyarakat bisa semakin melek teknologi dan UMKM lokal makin berkembang,” katanya.
Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, program “Tarunata Manggis” diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berbasis digital yang mampu memperkuat desa dari dalam, dan menjembatani masyarakat dengan dunia digital yang terus berkembang.





2 Komentar
KKN Nya Mantap Ramah ramah
kerenn